Tanda-Tanda Penyakit Epilepsi

Mulut yang berbuih adalah salah satu Tanda-Tanda Penyakit Epilepsi. Epilepsi adalah suatu gangguan pada sistem syaraf otak manusia karena terjadinya aktivitas yang berlbihan dari sekelompok sel neuron pada otak sehingga menyebabkan berbagai reaksi pada tubuh manusia muai dari bengong sesaat, kesemutan, gangguan kesadaran, kejang-kejang dan atau kontraksi otot. Epilepsi atau yang sering kita sebut ayan atau sawan tdak disebabkan atau dipicu oleh bakteru atau virus dan gejala epilepsi dapat diredam dengan bantuan-bantuan orang-orang yang ada disekitar penderita.

Penyakit epilepsi merupakan penyakit yang dapat terjadi pada siapapun walaupun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi. Penyakit epilepsi atau ayan adalah penyakit yang berbahaya karena sewaktu-waktu bisa menyerang kita. Bila sudah terkena penyakit epilepsi ini, harus waspada karena dimana saja penyakit epilepsi ini bisa kambuh dan bila tidak ada orang yang menolong maka akan berakibat fatal bagi penderitanya. Penyakit ayan atau sawan (epilepsi) masih belum diketahui dengan jelas penyebab pastinya.

Gejala dan Tanda-Tanda Penyakit Epilepsi

Gejala-gejala epilepsi tergantung pada tingkat keparahan dan jenis epilepsi itu sendiri. Penyakit ini dapat ditemukan dan mempengaruhi setiap bagian tubuh, sehingga sensasinya pun berbeda-beda.

Saat epilepsi menyerang, gelajanya mungkin kedua mata penderita akan terus menatap, sering berkedip, dan berkedutnya kelopak mata serta anggota tubuh lainnya. Selain itu penderita juga kemungkinan akan mengalami pusing dan pingsan, disertai kehilangan ingatan setelah sadar. Jari-jari berkerut dan posisi bibir miring dapat terjadi setelah penyakit ini menyerang. Gigi menggertak, lidah berada di antara gigi dan keluar air liur pun bisa menjadi gejala yang umum ditemui pada penderita epilepsi.

Pertolongan Pertama Untuk Penderita

Jika anda melihat seseorang mengalami Tanda-Tanda Penyakit Epilepsi langkah pertama yang harus anda ambil adalah dengan :

  • memposisikan penderita dengan pada posisi bertumpu pada sisi badan dan pada posisi pulih akan membantu mencegah cairan masuk ke paru-paru.
  • jangan meletakkan jari, kotak gigitan atau penekan lidah di mulut karena dapat menyebabkan penderita muntah atau menyebabkan penolong tergigit.
  • usaha-usaha yang ada harus dilakukan agar penderita tidak mencederai diri sendiri. Tindakan pencegahan cedera tulang belakang biasanya tidak diperlukan.
  • apabila kejang yang dialami berlangsung lebih dari 5 menit atau terjadi dua atau lebih kejang dalam satu jam tanpa proses pemulihan ke keadaan normal di antaranya maka keadaan ini dianggap sebagai darurat medis yang dikenal sebagai status epileptikus. Kondisi ini memerlukan pertolongan medis agar jalan napas tetap terbuka dan terlindung jalan napas nasofaringeal akan sangat membantu pada keadaan ini.

Penyebab Tanda-Tanda Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi memiliki penyebab yang berbeda seperti:

  • kelainan yang terjadi selama perkembangan janin/kehamilan ibu, seperti ibu menelan obat-obat tertentu yang dapat merusak otak janin, menglami infeksi, minum alcohol, atau mengalami cidera.atau kelainan yang terjadi pada saat kelahiran, seperti kurang oksigen yang mengalir ke otak (hipoksia), kerusakan karena tindakan.
  • terjadi cidera kepala yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak atau mengalami tumor otak yang merupakan penyebab penyakit epilepsi yang tidak umum terutama pada anak-anak.
  • terjadi penyumbatan pembuluh darah otak atau kelainan pembuluh darah otak atau terjadi radang atau infeksi pada otak dan selaput otak
  • penyakit keturunan seperti fenilketonuria (FKU), sclerosis tuberose dan neurofibromatosis dapat menyebabkan kejang-kejang yang berulang. Dan kecerendungan timbulnya tanda-tanda penyakit epilepsi yang diturunkan.

Pengobatan untuk Tanda-Tanda Penyakit Epilepsi

Penyakit epilepsi adalah salah satu jenis penyakit yang tidak dapat sembuh dengan total. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi Tanda-Tanda Penyakit Epilepsi salah satunya adalah terjadinya kambuhan serangan pada penderita. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat antikonvuldan dan obat dengan bahan yang alami.

Obat antikonvulsan yang dapat digunakan adalah :

Etosuksimid digunakan pada terapi kejang absens. Dosis yang digunaka untuk penggunaan obat antikonvulsan etosuksimid pada anak usia 3-6 tahun 250 mg/hari untuk dosis awal dan 20 mg/kg/hari untuk dosis pemeliharaan. Sedangkan dosis pada anak dengan usia lebih dari 6 tahun dan dewasa 500 mg/hari. Efek samping yang mungkin akan muncul akibat dari penggunaan obat etosuksimid adalah mual dan muntah, efek samping penggunaan etosuksimid yang lain adalah ketidakseimbangan tubuh, mengantuk, gangguan pencernaan, goyah (tidak dapat berdiri tegak), pusing dan cegukan

Obat dari bahan alami yang dapat digunakan adalah :

Anda gapat menggunakan jahe untuk obat ayan dan untuk mengurangi tanda-tanda penyakit ayan atau penyakit epilepsi yang anda rasakan. Siapkan 15 gram jahe, 30 gram akar daun hai, kemudian cuci hingga bersih dan tambahkan gula merah secukupnya. Rebus semua bahan dengan 800 cc air bersih hingga mendidih dan tersisa 400 cc kemudian airnya dapat anda minum dalam kondisi yang masih hangat. Tanaman jahe ini mengandung zingeron yang membuat jahe memiliki rasa pedas.

Selain untuk obat epilepsi, khasiat tumbuhan jahe lainnya juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti, perut kembuh akibat masuk angin, menurunkan tekanan darah tinggi, obat sakit gigi, dan masih banyak lagi jenis penyakit lainnya yang dapat diobati dengan menggunakan jahe.

Tanda-Tanda Penyakit Epilepsi


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Ayan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>