Sakit Ayan

Sakit ayan menyebabkan serangan kejang pada orang-orang yang tampak cukup sehat. Serangan-serangan dapat terjadi dengan selang waktu beberapa jam, hari, minggu atau bulan. Pada sebagian penderita, penyakit ayan menyebabkan hilangnya kesadaran disertai dengan gerakan-gerakan yang kuat. Kedua bola mata sering berputar ke belakang. pada penyakit yang ringan, penderita mendadak “lupa” sesaat dan melakukan gerakan-gerakan yang aneh atau bertingkah laku yang ganjil menurut pengelihatan kita.

Gerakan pada penderita ayan

Penyebab Sakit Ayan

Penyakit ayan lebih sering terdapat pada beberapa keluarga tertentu (diturunkan). Epilepsi atau ayan ini dapat terjadi juga akibat terjadinya kerusakan otak pada waktu seseorang dilahirkan, panas yang tinggi pada bayi atau adanya kantong atau kista cacing pita dalam otak penderita.

Penyakit ayan bukan merupakan indeksi dan tidak “ditularkan”. Seringkali keadaan ini merupakan gangguan seumur hidup. Akan tetapi, kadang-kadang pada bayi penyakit epilepsi ini dapat sembuh. Terkadang pada beberapa orang yang mengalami kelemahan otak yang menyebabkan tidak sadarkan diri karena adanya serangan tiba-tiba yang menimbulkan kejang-kejang, terkadang mereka mengeluarkan air kencing.

Penyebab sakit ayan lainnya adalah :

  • Seorang yang mengalami cidera dikepala yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak.
  • Seorang yang menderita tumor otak yang merupakan penyebab epilepsi yang tidak umum. Penyebab ini biasanya sering terjadi pada anak-anak.
  • Terjadi penyumbatan pada pembuluh darah otak atau kelainan yang terjadi pada pembuluh otak.
  • Mengalami radang atau infeksi yang terjadi pada selaput otak dan pada otak.
  • Penyakit keturunan seperti fenilketonuria (FKU), sclerosis tuberose dan neurofibromatosis yang akan menyebabkan kejang-kejang yang terjadi secara berulang-ulang

Gejala Sakit Ayan

Gejala yang mungkin akan muncul jika seseorang mengalami penyakit ayan adalah :

- Kejang petit mal.

Pada kejang ini dimulai pada masa kanak-kanak. Kejang ini biasanya akan terjadi sebelum anak menginjak usia 5 tahun. Tidak terjadi kejang dan gejala dramatis lainnya dari grand mal. Penderita hanya akan menatap, kelopak matanya bergetar atau otot wajahnya berkedut-kedut selama kurang lebih 10 hingga 30 detik. Penderita tidak memberikan respon terhadap lingkungan atau orang di sekitarnya tetapi pendeita tidak akan terjatuh, pingsan maupun menyentak-nyentak.

-Kejang parsial kompleks.

Kejang yang dimulai dengan hilangnya kontak langsung antara penderita dengan lingkungan di sekitar yang terjadi selama kurang lebih 1 hingga 2 menit. Pada penderita sakit ayan yang mengalami kejang ini akan menjadi goyah atau tidak bisa berdiri dengan tegak, menggerakkan lengan, dan tungkainya dengan cara yang aneh dan tidak memiliki jutuan yang jelas, tidak mampu memahamu apa yang dikatakan oleh orang lain yang ada disekitar penderita dan menolak untuk diberikan bantuan. Penderita juga akan mengeluarkan suara-suara yang tidak memiliki arti yang jelas. Kebingungan yang terjadi pada kejang ini akan berlangsung selama beberapa menit dan diikuti dengan proses penyembuhak yang terjadi secara total.

- Kejang parsial simplek.

Gejala sakit ayan yang satu ini dimulai dengan adanya muatan listrik yang terjadi di bagian otak tertentu dari penderita. Muatan tersebut akan terjadi secara tetap dan terbatas di daerah tersebut. Penderita akan mengalami sensai, gerakan, atau kelainan spikis yang terjadi secara abnormal. tergantung dari daerah otak yang terserang muatan listrik.

Jika muatan listrik yang terjadi di bagian otak yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan, makan lengan kanan pada penderita akan bergoyamh dan mengalami sentakan. Jika muatan listrik tersebut terjadi pada lobus temporalis anterior sebelah dalam, maka penderita sakit ayan akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau bau yang sangat tidak menyenangkan baginya. Pada penderita yang mengalami kelainan psikis bisa mengalami atau merasakan bahwa dirinya pernah mengalami keadaan yang sekarang sedang dialaminya di masa lalu.

Diagnosis Terhadap Penyakit Epilepsi

Diagnosis yang dilakukan untuk mendeteksi sakit ayan atau epilepsi yang terjadi pada penderita ini pertama adanya gejala atau tanda dalam bentuk bangkitan kejang yang terjadi berulang kali. Beberapa langkah yang di mungkin dapat dilakukan dalam menegakkan diagnosis penyakit epilepsi atau ayan dimulai dengan anamnesis yang dilakukan melalui wawancara dengan penderita penyakit epilepsi atau orang yang pernah melihat timbulnya bangkitan kejang.

Diagnosis berikutnya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologi. Mungkin juga dapat dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan rekaman otak dengan menggunakan EEG yang dapat membantu akan memberikan gambaran pada aktivitas otak yang menunjukkan peningkatan resiko terjadinya serangan pada penderita penyakit ayan atau epilepsi. Pemeriksaan dengan menggunakan EEG ini akan lebih membantu bila dilakukan ketika pasien tertidur atau dalam keadaan kurang tidur.

Pemeriksaan dapat juga anda lakukan dengan melakukan pemeriksaan pencitraan. Pencitraan ini dapat dilakukan dengan MRI yang hanya akan direkomendasikan setelah penderita mengalami kejang non-febril pertama kali untuk mendetaksi adanya masalah stuktual yang terjadi di dalam dan di sekitar otak penderita. Menegakkan diagnosis banding untuk penyedita penyakit epilepsi atau penyakit ayan dapat menyulitkan dan dapat sering terjadi kesalahan dalam melakukan diagnosis.Sejumlah kondisi yang mungkin menunjukkan ciri-ciri dan gejala yang mirip dengan penyakit epilepsi seperti migren, serangan panik, kejang-kejang, dll.

Sakit Ayan


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Ayan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>