Penyebab Sakit Ayan

Soal apa yang menjadi penyebab sakit ayan atau penyakit epilepsi memang belum diketahui secara jelas Penyakit epilepsi/ ayan memang bisa terjadi karena faktor genetika namun bukanlah penyakit keturunan. Selain itu, kerusakan otak ketika proses kelahiran, stroke, luka kepala, tumor otak dan pengaruh alkohol merupakan penyebab penyakit epilepsi.

Penyebab Sakit Ayan

Penyebab penyakit epilepsi ini adalah serangan kejang (konvulsi) dapat ditimbulkan pleh hipoglikemi, eclampsi, meningitis atau encefalitis juga oleh kecelakaan atau luka di otak seperti abses, tumor, atau arteriosklerosis pada orang diatas usia 50 tahun, yang dinding pembuluh otaknya telah mengeras. Konvulsi dapat juga dikarenakan keracunan timah hitan atau obat (petidin). hanya sekitar 20% penderita epilepsi tidak diketahui penyebabnya.

Kebanyakan kasus ayan tidak diketahui penyebabnya. Beberapa factor yang dimungkinkan dapat mengakibatkan ayan adalah tumor otak, infeksi selaput otak, luka kecelakaan, dan penyakit darah pada otak. Perawatan dan pengobatannya ditujukan untuk menghilangkan penyebabnya (jika diketahui).

Penyebab spesifik dari penyakit ini adalah :

  1. Penyakit tumor otak yang merupakan penyebab penyakit epilepsi yang tidak umum terutama pada anak-anak.
  2. Mengalami cedera kepala yang dapat menyebabkan kerusakan yang terjadi pada otak.
  3. Penyumbatan pembuluh darah otak atau kelainan pembuluh darah pada otak.
  4. Terjadi radang infeksi infeksi pada otak atau pada selaput otak.
  5. Kelainan yang terjadi pada saat kelahiran, seperti kurang oksigen yang mengalir ke otak, kerusakan yang terjadi krena tindakan.

Diagnosis Penyebab Sakit Ayan

Diagnosis untuk memeriksa penyakit epilepsi ini dapat dilakukan berdasarkan dari deskrisi kejang dan peristiwa seputar kejang yang dialami. Diagnosis yang dilakukan dapat menggunakan :

  1. Elektroensefalogram yang dapat digunakan untuk membantu memberikan sedikit gambaran dari aktivitas yang terjadi di dalam otak penderita yang akan menunjukkan resiko terjadinya serangan pada penderita penyakit epilepsi. Pemeriksaan dengan elektroensefelogram ini hanya direkomendasikan untuk penderita penyakit epilepsi yang menunjukkan kejang epileptik sebagai penyebab munculnya kejang tersebut.Pada anak-anak penderita penyakit epilepsi ini biasanya hanya memerlukan pemeriksaan elektroensefelogram ini setelah adanya kejadian kejang kedua. Pemeriksaan dapat digunaka untuk menyingkirkan diagnosis, dan dapat menyebabkan tanda positif palsu pada mereka yang tidak mengidap penyakit ayan atau epilepsi ini. Apabila dokter anda akan melakukan diagnosis penyebab sakit ayan dengan pemeriksaan elektroensefelogram ini maka akan dilakukan pada situasi tertentu yang mungkin akan membantu anda apabila pemeriksaan dilakukan ketika penderita tertidur atau dalam keadaan kurang tidur.
  2. Pencitraan diagnostik menggunakan CT scan dan MRI direkomendasikan setelah kejang non-febril pertama untuk mendeteksi adanya masalah struktural di dalam dan sekitar otak. MRI pada umumnya merupakan tes pencitraan yang lebih baik kecuali bila dicurigai terjadi pendarahan, dimana CT lebih sensitif dan lebih mudah dilakukan. Bila seseorang masuk ke ruang gawat darurat dengan kejang tetapi pulih dengan cepat, pemeriksaan pencitraan dapat dilakukan kemudian. Bila sebelum melakukan pencitraan ini seseorang telah didiagnosis epilepsi dengan pemeriksaan pencitraan, pemeriksaan pencitraan ulang tidak diperlukan walaupun terjadi kejang kembali.

Banyak cara alternatif atau pengobatan tradisional yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebab sakit ayan ini, salah satunya adalah dengan ramuan dibawah ini :

Resep 1. 

Bahan-bahan yang diperlukan : Daun seruni putih 1/4 genggam, daun kaki kuda 1/3 genggam, daun sembung manis 1/4 genggam, daun poko 1/5 genggam, daun jinten 1/4 genggam, kulit kina 2 jari, gula enau 3 jari.

Cara pembuatan : Semua bahan dicuci hingga bersih dan dipotong-potong seperlunya. Lalu direbus dengan air bersih 5 gelas dan tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih biarkan air surut sampai tinggal kira-kira setengahnya. Angkat dan diamkan, sesudah ramuan dingin disaring lalu diminum 3 kali sehari 1/2 gelas untuk obat epilepsi anda.

Resep 2.

Bahan-bahan yang diperlukan : lidah buaya 600 gram dan air bersih sebanyak 600 cc atau sekitar 3 gelas.

cara pembuatan : sebelumnya anda harus memisahkan lidah buaya dari kulit dan dagingnya. Kemudian cuci daging putihnya hingga bersih dan masukkan dalam 600 cc air. Rebus hingga mendidih dan tunggu hingga airnya surut menjadi setengahnya. Angkat dari api dan diamkan supaya ramuan dingin. Konsumsi ramuan lidah buaya tersebut sebanyak 2 kali dalam sehari.

Resep 3. 

Bahan-bahan yang diperlukan : daun jinten 30 gram, daun sambung nyawa 7 lembar, daun meniran 30 gram, sambiloto 30 gram, dan air sebanyak 600 cc.

Cara pembuatan : cuci bersih semua bahan yang sudah disediakan. Rebus dalam 600 cc air hingga mendidih dan air rabusan sersebut surut menjadi setengahnya. Setelah ramuan matang saring dan minum selagi masih hangat. Konsumsi ramuan ini 2 kali sehari hingga penyebab sakit ayan anda membaik dan bahkan menghilang.

Pencegahan Penyebab Sakit Ayan

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi cedera yang terjadi pada kepala. Berikut ini adalah kerentanan tubuh teradap serangan penyakit epilepsi seperti :

  • Epilepsi dapat menyerang tubuh anak-anak dan juga orang dewasa yang berusia diatas 65 tahun.
  • Seorang pria lebih rentan akan terserang penyakit epilepsi dibandingkan dengan wanita.
  • Memiliki salah satu anggota keluarga dengan riwayat penyakit epilepsi
  • Seseorang yang mengidap penyakit stroke, tumor, kista, atau gangguan umum vaskular lainnya.
  • Seseorang yang menderita penyakit infeksi pada otak, seperti halnya dengan penderita penyakit meningitis atau yang sering kita kenal dengan sebutan atau nama penyakit radang selaput.

Penyebab Sakit Ayan


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Ayan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>