Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi

Kelainan yang terjadi pada otak merupaka penyebab penyakit ayan epilepsi. Penyakit epilepsi ini merupakan penyakit yang dapat terjadi pada siapa pun walaupun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi. Penyakit epilepsi yang menyerang penderitanya tidak pernah memandang umur. Epilepsi tidak bisa menular ke orang lain karena hanya merupakan gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman virus dan bakteri.

Penyakit ayan atau lebih dikenal dengan epilepsoi adalah penyakit saraf menahun yang menimbulkan serangan mendadak berulang-ulang tak beralasan.

Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi

Penyebab utama dari penyakit ayan/ epilepsi ini belum dapat diketahui dengan jelas. Tetapi penyebab utamanya kemungkinan adanya gangguan susunan urat saraf pusat atau otak. Penyakit ayan yang cukup parah disebut grandmal. Biasanya penyakit ini menyerang anak-anak dan juga terhadap orang dewasa. Faktor keturunan juga cukup berpengaruh terhadap penyakit ayan ini.

Otak adalah struktur yang kompleks, terbuat dari jutaan sel saraf (neurones). Otak mengkontrol banyak tugas, seperti kesadaran, gerakan, dan postur. Otak mengirim dan menerima pesan-pesan sehingga kegiatan2 ini terjadi.

Jika ada kesalahan dalam pengiriman atau penerimaan pesan yang disebabkan oleh lepas muatan listrik abnormal atau berlebihan sel saraf, beberapa atau bahkan seluruh fungsi otak akan berhenti untuk sementara. Jika itu terjadi, orang akan merasakan bangkitan epilepsi (seizure). Jadi secara klinis, suatu bangkitan dinyatakan epilepsi jika disebabkan oleh hiperaktifitas listrik di saraf otak, bukan karena penyakit otak akut.

Gejala Penyakit Epilepsi Ayan

Gejala Penyakit epilepsi yang mungkin terjadi akibat dari Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi hanya akan mengalami kejang. Namun kejang yang terjadi pada penderita penyakit epilepsi ini memiliki beberapa jenis yang juga digunakan untuk menentukan pengobatan apa yang dapat digunakan. Beberapa gejala yang paling umum terjadi pada penderita penyakit epilepsi ini seperti :

  • Kejang pasrial kompleks. Gejala penyakit epilepsi ini dimulai dengan hilangnya kontak penderita dengan lingkungan yang ada disekitarnya kurang lebih selama 1 hingga 2 menitan. Penderita penyakit epilepsi akan menjadi goyah, menggerakkan lengan, dan tungkainya dengan cara yang aneh dan tanoa tujuan. Penderita juga akan mengeluarkan suara yang tidak memiliki arti, tidak mampu untuk memahami perkataan orang lain yang ada disekitar, dan menolak untuk diberikan bantuan.
  • Kejang parsial simplek. Gejala ini dimual dengan adanya muatan listrik yang terjadi di bagian otak tertentu panderita penyakit epilepsi dan muatan yang terjadi tetap terbatas didaerah Penderita mengalami sensasi, gerakan atau kelainan psikis yang abnormal, tergantung kepada daerah otak yang terkena. Jika terjadi di bagian otak yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan, maka lengan kanan akan bergoyang dan mengalami sentakan; jika terjadi pada lobus temporalis anterior sebelah dalam, maka penderita akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau sangat tidak menyenangkan. Pada penderita yang mengalami kelainan psikis merasa pernah mengalami keadaan sekarang dimasa yang lalu.
  • Epilepsi primer generalisata. Gejala yang ditandai dengan adanya muatan listrik yang abnormal di daerah otak yang luas yang menjadi penyebab penyakit ayan epilepsi, yang sejak awal menyebabkan penyebaran kelainan fungsi. Pada kedua jenis epilepsi ini terjadi kejang sebagai reaksi tubuh terhadap muatan yang abnormal. Pada kejang konvulsif, terjadi penurunan kesadaran sementara, kejang otot yang hebat dan sentakan-sentakan di seluruh tubuh, kepala berpaling ke satu sisi, gigi dikatupkan kuat-kuat dan hilangnya pengendalian kandung kemih. Sesudah penderita mengalami gejala ini penderita bisa mengalami sakit kepala, linglung sementara dan merasa sangat lelah. Biasanya penderita tidak dapat mengingat apa yang terjadi selama kejang

Pertolongan Penyakit Epilepsi

Jika serangan akibat dari Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi ini datang segera longgarkanlah pakaian yang melekat dibadan penderita penyakit terutama pada leher bajunya. Buka mulutnya dan masukan sapu tangan atau kain bersih yang digulung diantara kedua belah giginya. Pemberian kain itu bertujuan untuk supaya lidah penderita tidak tergigit. Berusahalah untuk tetap bersikap tenang dan tidak panik.

Bersihkan muntahan dari mulut penderita jika ia mengalami muntah atau mengeluarkan liur dari mulutnya. Jagalah supaya sipenderita untuk tidak melukai dirinya sendiri dengan menjauhkan semua benda-benda yang memungkinkan dapat membahayakan diri penderita dan orang-orang disekitar penderita. Setelah tingkat serangan Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi yang hebat berlalu, selimuti badan penderita dengan selimut sampai ia sadar dan pulih kembali.

Jauhkan penderita penyakit epilepsi atau peyakit ayan dari air dan api yang bisa membahayakan diri penderita. Jangan diberi makan yang berlebihan pada penderita, berikan makanan sederhana dan yang mudah untuk dicerna usus. Berilah tiap hari air susu, sayuran dan buah-buahan yang masak di pohon. Usahakan ia bisa membuang air besar dan kencing tiap hari.

Usahakan untuk menghindarkan penderita penyakit epilepsi dari makanan yang tidak sehat seperti makanan yang megandung gula refinasi, karena konsentrasi dari gula yang tingga akan dapat membahayakan kesehatan seseorang dengan penyakit epilepsi atau ayan yang dideritanya, buah kering yang sangat manis, makanan yang terlalu asin seperti snack, makanan yang berbahan dasar dari tepung refinasi, dll.

Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi

 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Ayan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>