Penyakit Ayan

Epilepsi atau penyakit ayan sering juga disebut sawan. Penyakit ini merupakan penyakit dipusat sususan syaraf yang timbulnya secara berkala dan ditandai dengan kejang-kejang atau pingsan. Gerak gerik si penderita serinf kelihatan tidak stabil.

Kekejangan syaraf atau epilepsia dikarenakan keracunan pada susunan syaraf serta kurangnya zat-zat yang dibutuhkan. Walau agak jarang, epilepsia bisa terjadi karena adanya cacing-cacing di usus besar.

penyakit Ayan atau epilepsi, suatu penyakit yang timbul berbangkit-bangkit. Tiap bangkitan menyebabkan si penderita kehilangan kesadarannya disertai kejang-kejang. Biasanya penyakit epilepsi atau penyakit ayan ini mulai semenjak masa kecilnya. Tiap bangkitan yang terjadi pada penderita penyakit epilepsi atau ayan berbeda-beda baik lamanya maupun jaraknya antara dua bangkitan. Untuk penyembuhan selain diberi pengobatan, si penderita juga dianjurkan beristirahat secukupnya.

Gejala Klinis Penyakit Ayan

Setiap penyakit yang anda rasakan mungkin akan menunjukkan gejalanya masing-masing, sama halnya dengan penyakit epilepsi yang sekarang sedang kita bahas. Berikut beberapa jenis gejala dari penyakit epilepsi yang mungkin akan muncul seperti :

  • Sering merasakan pusing secara mendadak dan pandangan menjadi kabur.
  • Adanya gangguan terhadap indera pendengaran.
  • Keluarnya busa dari mulut.
  • Semua urat menjadi mengejang.
  • Kesulitan untuk bernafas.
  • Mengalami kejang-kejang.
  • Keluar keringat yang berlebihan.
  • Wajah tampak kemerahan atau kebiru-biruan.

Penyebab Penyakit Ayan atau Epilepsi

Penyakit epilepsi bukanlah penyakit tunggal, melainkan suatu gejala yang dapat timbul akibat hasil dari sejumlah gangguan yang berbada. Serangan yang terjadi pada penderita penyakit epilepsi ini terjadi secara spontan dan tanpa sebab langsung seperti yang terjadi pada penyakit akut. Penyebab dari penyakit epilepsi yang mendasari dapat diindentifikasikan sebagai masalah genetik, sekunder dan sindrom.

  • Genetik diyakini akut terlibat dalam sebagian besar kasus yang muncul akibat dari penyakit ayan atau penyakit epilepsi baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa dari penyakit epilepsi ini disebabkan oleh adanya kerusakan gen tunggal yang sebagian besarnya adalah akibat dari interaksi beberapa gen dan faktor lingkungan.
  • Sekunder menyimpulka bahwa penyakit epilepsi dapat terjadi sebagai akibat dari sejumlah kondisi lain yang meliputi : adanya penyakit tumor otak, penyakit stroke, cedera kepala dan sebagai akibat dari kerusakan yang terjadi pada otak pada saat persalinan.
  • Sindrom adalah penyebab yang mungkin akan muncul dari sejumlah sindrom epilepsi yang biadanya dikelompokkan menurut usia pada saat awal mulanya serangan tersebut yaitu : periode neunatus, kanak-kanak, dewasa, dan serangan tanpa hubungan usia yang erat. Selain itu juga ada kelompok-kelompok dengan kumpulan gejala yang spesifik dari penyakit ayan atau epilepsi ini. Kelompok yang disebabkan oleh sebab-sebab metabolik atau struktual tertentu dan kelompok yang tidak diketahui penyebabnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ayan atau epilepsi yang lebih spesifik yaitu :

  • Adanya kerusakan otak dalam proses kelahiran
  • Luka dikepala akibat benturan
  • Penyakit stroke
  • Penyakit tumor otak
  • Alkohol
  • Dan faktor genetika
  • Narkotika

Pertolongan Pertama Penderita Penyakit Epilepsi

Pertolongan yang dapat anda berikan untuk penderita penyakit epilepsi adalah :

  1. memposisikan penderita pada posisi bertumpu pada sisi badan dan pada posisi pulih akan membantu mencegah cairan yang masuk keparu-paru.
  2. Jangan meletakkan dari pada mulut penerita karena dapat menyebabkan penderita muntah atau menyebabkan penolong dapat tergigit.
  3. Usaha yang harus dilakukan agar penderita tidak mencederai dirinya sendiri atau orang lain disekitar dengan menjauhkan barang-barang yang mungkin akan dapat membahayakan penderita.
  4. Bila kejang pada penderita berlangsung lebih dari 5 menit atau terjadi dua kali atau lebih kejang dalam satu jam tanpa proses pemulihan ke keadaan yang normal di antaranya maka keadaan ini dianggap sebagai darurat medis yang dikenal sebagai status epileptikus.
  5. Untuk pertolongan yang diberikan dirumah anda dapat memberikan pengobatan yang dapat dilakuka untuk kejang dalam waktu yang lama adala dengan midazolam yang dapat diletakkan dimulut penderita.
  6. jika penderita sedang berada dirumah sakit pemberian lorazepam secara intravena lebih disukai.

Apabila dengan menggunakan dua dosis benzodiazepine tidak efektif untuk penderita penyakit ayan atau epilepsi, maka penggunaan obat lain yang dianjurkan adalah dengan feniton. Feniton adalah obat ayan atau sejenis obat anti konvulsan yang merupakan pilihan pertama untuk kejang pada penderita penyakit epilepsi. Obat ini juga dapat digunakan untuk pencegahan kejang pada pasien trauma kepala/bedah saraf. Fenitoin ini adalah obat yang memiliki range terapetik sempit sehingga membutuhkan pengukuran kadar obat dalam darah.

Dosis dari penggunaan obat ini adalah : untuk dosis awal penggunaan fenitoin ini adalah 5 mg/kg/hari dan untuk dosis pemeliharaan adalah 20 mg/kg/hari yang diberika kepada penderita penyakit epilepsi setiap 6 jam. Namun untuk penderita penyakit epilepsi atau penyakit ayan yang menggunakan obat fenitoin ini sebagai pengobatan harus mewaspadai semua efek samping yang mungkin akan muncul dapa diri anda seperti : mulai muncul rasa mangantuk, mengakibatkan lemah pada tubuh, kelelahan, gangguan penglihatan atau pengelihatan yang berbayang, dll. Untuk pemberian obat fenitoin dengan dosis yang tinggi dapat menyebabkan gangguan keseimbangan dalam tubuh dan nystagmus. Salah satu efek samping kronis yang mungkin terjadi adalah gingival hyperplasia (pembesaran pada gusi). Anda dapat mengurangi terjadinya gingival hyperplasia dengan cara menjaga kebersihan rongga mulut anda.

 Penyakit Ayan 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Ayan and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>