Pencegahan Penyakit Ayan

Pencegahan penyakit ayan adalah dengan melonggarkan semua pakaian yang dikenakan. Epilepsi adalah penyakit yang tidak menular, bukan penyakit keturunan, dan tidak identik dengan orang yang mengalami cacat mental atau keterbelakangan mental. Banyak penderita epilepsi yang menderiya epilepsi tanpa mereka mengetahui penyebab pastinnya.

Penyakit ini ditandai dengan kejang-kejang yang berulang. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh adanya gangguan otak pada saat proses kelahiran, tapi bukan hanya itu saja penyebabnya, faktor lain juga dapat menyebabkan seseorang mengalami penyakit ayan atau epilepsi diantaranya adalah karena faktor luka pada masa kehamilan, adanya tumor di otak, mengalami cedera di kepala, perubahan kimia di dalam otak, kemudian faktor lingkungan juga bisa menyebabkan seseorang mengalami ayan atau epilepsi.

Pencegahan Penyakit Ayan

Pencegahan Penyakit Ayan dapat dilakukan dengan menghindari terjadinya cedera pada kepala. Lincungi kepala penderita dengan helm saat penderita mengendarai kendaraan di jalan, khususnya pada anda para pengendara sepeda motor atau sepeda. Penyakit epilepsi yang diderita anak anda pun dapat dicegah dengan cara melakukan perawatan saat masa kehamilan. Anak-anak dan orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun sangat rantan untuk terserang penyakit epilepsi atau ayan.

Pada saat masih anak-anak pencegahan penyakit ayan atau epilepsi ini dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi yang benar untuk anak anda. Pria juga sangat tentan terserang penyakit atan ini dibandingkan dengan wanita. Apalagi jika anda termasuk seoang pria dengan usia diatas 65 tahun dan sedang mendarita penyakit stroke atau tumor, rasiko dapat terserang penyakit epilepsi ini menjadi 3 kali lipat lebih besar.

Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian obat anti konvulsan seperti fenitoin, fenobarbital, primidon, karbamazepin, okskarbarzepin, etosuksimid, asam valproat, benzodiazepin, gabapetin, lamotrigin, levetirasetam, topiramat, tiagabin, felbamat, zonisamid. Dengan salah satunya adalah zonisamid yang merupakan obat turunan sulfonamid yang sering digunakan sebagai terapi tambahan yang diberikan untuk kejang parsial yang terjadi pada anak lebih dari 16 tahun atau dewasa.

Dapat juga dilakukan dengan menggunakan obat alami seperti lidah buaya. Tanaman lidah buaya ini selain digunakan untuk obat pencegahan penyakit ayan, tanaman ini juga memiliki khasiat lainnya seperti mengatasi diabetes, mengobati luka, mengobati penyakit wasir, dan masih banyak lagi jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan lidah buaya ini.

Cara pengolahan lidah buaya berbeda untuk setiap penyakit, namun cenderung sama. Bersihkan lidah buaya dari kulitnya. Kemudian rebus dengan menggunakan air sebanyak 600 cc. Biarkan hingga ramuan mendidih dan surut menjaai setengahnya. konsumsi ramuan dari tanaman lidah buaya ini dengan rutin hingga penyakit epilepsi yang anda alami mulai membaik.

Pertolongan Pertama Untuk Penderita Penyakit Ayan

Untuk usaha dalam mengurangi timbul serangan ayan dan memperkecil bahaya-bahaya bagi penderita ayan adalah antara lain:

  1. Hendaknya si penderita menjaga dalam kehidupan sehari-hari, badan dan fikirannya jangan terlampau berat dalam bekerja agar tidak menjadi penat atau stress yang berlebihan. Jangan diperbolehkan si penderita minum minuman keras, kopi atau teh yang pekat dan jangan terlalu banyak makan daging. Si penderita seharusnya harus banyak memakan sayur-sayuran dan cukup istirahat serta usahakan dapat buang air besar dengan teratur.
  2. Si penderita jangan di perbolehkan melakukan sesuatu perbuatan yang sekiranya dapat membahayakan dirinya seperti memanjat pohon atau tangga, meniti jembatan sempit, berdiri dipinggir sungai atau kolam ataupun api, berenang, bersepeda, berjalan sendiri di jalan besar dan berdiri di dekat mesin yang sedang berputar dan lain sebagainya. Karena semua hal tersebut memiliki dampak yang negatif untuk penderita sendiri yaitu membahayakan si penderita apabila ayan sedang kambuh. Dengan menjaduhkan penderita dari hal tersebut dapat menjadi Pencegahan Penyakit Ayan.
  3. Jika tampak tanda-tanda bahwa si penderita akan terserang ayan, maka suruhlah ia menelan 1 atau 2 sendok teh garam dan menghirup bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus. Dan juga kaki dan tangannya bisa juga diikat dengan erat, boleh pakai kain atau tali yang besar. Dengan cara demikian, biasanya serangan ayan dapat dihindarkan.
  4. Apabila si penderita sudah jatuh pingsan, hendaklah dibaringkan terlentang dan pakaiannya agak dilonggarkan, jika perlu disela-sela gigi atas dan bawah dimasuki kain bersih yang sudah dilipat atau sendok, untuk menghindari lidah tergigit dan biarkan sampai ia sadar kembali.
  5. Berikan kepada penderita obat antiepilepsi yang biasanya diberikan melalui lubang dari tubuh atau anus yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi dari kejang yang dialami penderita itu sendiri.

Penyebab Epilepsi

  • Penyakit ayan / epilepsi ini bisa saja disebabkan oleh trauma pada kepala seperti pernah mengalami cedera di daerah kepala, tumor otak, infeksi selaput otak, luka kecelakaan, penyakit darah pada otak dan lain sebagainya.
  • Secara umum, ayan / epilepsi juga dapat disebabkan oleh kerusakan otak pada saat proses kelahiran, stroke, tumor otak, alkohol, faktor genetika juga kadang mempengaruhi, namun ayan / epilepsi ini bukan merupakan penyakit keturunan.
  • Kesalahan yang terjadi selama dalam proses persalinan, sehingga terjadi kelainan pada bayi yang dilahirkan, menyebabkan bayi anda akan kurang mendapatkan oksigen ke otak. Terjadinya kerusakan otak janin saat di kandungan juga bisa menjadi penyebab sakit ayan yang disebabkan ibu janin mengkonsumsi obat – obatan tertentu atau minum – minuman alkohol, atau mengalami infeksi.

Pencegahan Penyakit Ayan


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Ayan and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *