Pencegahan Penyakit Ayan Anak

Pencegahan penyakit ayan anak adalah dengan pengawasan yang dilakukan oleh orang tua atau orang disekitar anda. Penyakit Epilepsi adalah salah satu jenis penyakit yang tidak menular. Penyakit epilepsi ini juga bukan penyakit keturunan. Penyakit ini pun tidak identik dengan orang yang mengalami cacat mental atau keterbelakangan mental. Banyak penderita epilepsi yang menderiya epilepsi tanpa mereka mengetahui penyebab pastinnya.

Penyebab dari Penyakit Ayan / Epilepsi

Penyakit epilepsi ini ditandai dengan adanya kejang-kejang yang berulang. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh adanya kelainan yang terjadi selama perkembangan janin/kehamilan ibu, seperti ibu menelan obat-obat tertentu yang dapat merusak otak janin tapi bukan hanya itu saja penyebabnya, faktor lain juga dapat menyebabkan seseorang mengalami ayan atau epilepsi diantaranya adalah karena faktor luka pada masa kehamilan atau kelainan yang terjadi pada saat kelahiran, seperti kurang oksigen yang mengalir ke otak (hipoksia), kerusakan karena tindakan., adanya tumor di otak, mengalami cedera di kepala, perubahan kimia di dalam otak, kemudian faktor lingkungan juga bisa menyebabkan seseorang mengalami ayan atau epilepsi. Penyebab lain dari penyakit epilepsi ini adalah  menglami infeksi, minum alcohol, atau mengalami cidera. Tumor otak merupakan penyebab epilepsy yang tidak umum terutama pada anak-anak. Penyumbatan pembuluh darah otak atau kelainan pembuluh darah otak. Memiliki penyakit radang atau infeksi pada otak dan selaput otak.

Untuk usaha dalam mengurangi timbul serangan ayan atau Pencegahan Penyakit Ayan Anak dan memperkecil bahaya-bahaya bagi penderita ayan adalah antara lain:

  1. Hendaknya si penderita melakukan Pencegahan Penyakit Ayan Anak dengan menjaga dalam kehidupan sehari-hari, badan dan fikirannya jangan terlampau berat dalam bekerja agar tidak menjadi penat. Jangan diperbolehkan si penderita minum minuman keras, kopi atau teh yang pekat dan jangan terlalu banyak makan daging. Si penderita seharusnya harus banyak memakan sayur-sayuran dan cukup istirahat serta usahakan dapat buang air besar dengan teratur.
  2. Si penderita jangan di perbolehkan melakukan sesuatu perbuatan yang sekiranya dapat membahayakan dirinya seperti memanjat pohon atau tangga, meniti jembatan sempit, berdiri dipinggir sungai atau kolam ataupun api, berenang, bersepeda, berjalan sendiri di jalan besar dan berdiri di dekat mesin yang sedang berputar dan lain sebagainya. hal tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai Pencegahan Penyakit Ayan Anak. Karena itu semua, membahayakan si penderita apabila ayan sedang kambuh.
  3. Jika tampak tanda-tanda bahwa si penderita akan terserang ayan, maka suruhlah ia menelan 1 atau 2 sendok teh garam dan menghirup bau bawang putih yang sudah ditumbuk halus. Dan juga kaki dan tangannya bisa juga diikat dengan erat, boleh pakai kain atau tali yang besar. Dengan cara demikian, biasanya serangan ayan dapat dihindarkan.
  4. Apabila si penderita sudah jatuh pingsan, hendaklah dibaringkan terlentang dan pakaiannya agak dilonggarkan, jika perlu disela-sela gigi atas dan bawah dimasuki kain bersih yang sudah dilipat atau sendok, untuk menghindari lidah tergigit dan biarkan sampai ia sadar kembali.
  5. Pencegahan Penyakit Ayan Anak yang dapat dilakukan pada anak-anak adalah dengan memberikan vaksinasi yang benar. Orang tua dengan anak yang pernah mengalami kejang-kejang demam harus mengintruksikan pada petode untuk mengotrol demam dengan cara mengompres anak atau memberikan obat ayan anti peuretik

Kerentanan tubuh terhadap penyakit epilepsi yang mungkin akan menyerang anda didasarkan pada faktor-faktor berikut :

  • Penyakit epilepsi mungkin akan menyerang anak-anak dan orang dewasa diatas usia 65 tahun.
  • Tubuh pria akan lebih rentan terserang penyakit epilepsi dibandingkan dengan seorang wanita.
  • Memiliki anggora keluarga yang mengidap penyakit epilepsi mungkin juga akan menyerang anda.
  • Seorang yang menderita penyakit kista, stroke, dan tumor diotak serta gangguan umum vistabular yang akan rentan terserang penyakit epilepsi.
Pencegahan Penyakit Ayan Anak dapat dilakukan dengan mengurangi resiko terjadinya kambuhan. Pada penderita penyakit ayan jika tidak dilakukan pengobatan atau pencegahan maka kambuhan akan sering dialami. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan obat tradisional.

Berikut ini beberapa resep yang dapat anda gunakan untuk pengobatan dan pencegahan dari penyakit epilepsi antara lain :

  • Dengan menggunakan lidah buaya. Lidah buaya memiliki banyak manfaat untuk berbagai jenis penyakit salah satunya untuk Pencegahan Penyakit Ayan Anak. Cara mengolah lidah buayan ini anda cukup membersihkan lidah buaya dari kulitnya dan merebus lidah buaya tersebut. Anda dapat meminum rebusan lidah buaya tersebut untuk obat ayan dan pencegahan yang dapat anda lakukan untuk penyakit epilepsi.
  • Atau dapat juga dnegan menggunakan daun meniran yang memiliki banyak kandungan seperti : phyllanthin, hypophyllanthin, niranthin, nirtetrali, nirurin, nirurinetin, norsecurinine, phyllanthenol, phyllnirurin, phylltetrin, quercitrin, quercetin, ricinoleic acid, rutin, salicylic acid methyl ester, garlic acid, ascorbic acid, hinokinin, hydroxy niranthin, isolintetralin, dan isoquercetin. Dan akar serta daun dari menitan ini yang mengandung kaya akan senyawa flavanoid seperti phyllanthin, hypophyllanthin, qeurcetrin, isoquercetin, astragalin, dan rutin.Cara pembuatannya cukup mudah bersihkan daun meniran, daun jinten, daun sambung nyawa, sambiloto hingga bersih. Setelah bersih rebus dengan 600 cc air sambil anda tambahkan gula. Tunggu hingga mendidih dan airnya surut sampai sisa setengahnya. Saring dan minum ramuan tersebut selagi hangat. Anda dapat mengkonsumsinya 2 kali dalam sehari.

Pencegahan Penyakit Ayan Anak 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Ayan and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *