Keperawatan Penyakit Ayan

Keperawatan Penyakit Ayan seharusnya dilakuka oleh orang yang mengetahui seluk beluk dari penyakit ayan. Orang sering kali salah faham tentang penyakit ayan atau penyakit epilepsi dan tentang orang yang menderita penyakit ayan. Beberapa orang mengira bahwa penyakit ayan merupakan penyakit akibat dari infeksi yang dapat ditularkan kepada orang lain yang memiliki kontak langsung dengan penderita. Sebagai bagian dari perawatan penderita, maka penderita harus dilindungi dari salah tafsir itu. Anda harus membicarakan bersama masyarakat tentang apa yang mereka ketahui dan apa yang anda ketahui tentang ayan.

Keperawatan Penyakit Ayan

Keperawatan Penyakit Ayan

Keperawatan Penyakit Ayan

Keluarga penderita penyakit epilepsi dan masyarakat harus mengetahui bahwa :

1. Penyakit ayan disebabkan oleh kelemahan yang sangat kecil yang terjadi dalam otak si penderita.

2. Sebagian besar penderita penyakit epilepsi dapat hidup secara normal meskipun tetap mengalami serangan. Anak-anak yang menderita penyakit ayan dapat bersekolah dan belajar secara normal. Mereka harus diterima seperti orang biasanya lainnya.

3. Penderita dapat mencegah timbulnya serangan kejang dengan cara meminum obat atau melakukan terapi yang diawasi oleh dokter untuk keperawatan penyakit ayan atau penyakit epilepsi.

4. Perlu ditekankan bahwa penyakit ayan tidak menular, Ayan tidak ditularkan dari satu orang ke orang lainnya.

5. Buih yang keluar dari mulut penderita tidak berbahaya.

Bila seseorang pernah mengalami kejang-kejang tanpa disertai demam, mungkin orang tersebut menderita penyakit epilepsi atau ayan. Jika mungkin, bawalah penderita penyakit ayan tersebut ke pusat kesehatan masyarakat atau kerumah sakit yang dekat dengan tempat tinggal penderita. Jika hal itu tidak mungkin dilakukan, rawatlah penderita untuk mencegah lebih banyak gangguan yang terjadi, tetapi usahakan untuk membawa penderita ayan tersebut ke pusat kesehatan masyarakat secepatnya untuk penanggulangan segera sebelum berakibat fatal.

Gejala Penyakit Epilepsi atau Ayan

Gejala klinis yang mungkin terjadi pada penderita penyakit epilepsi adalah :

  1. Gajala kejang yang spesifik, tergantung pada jenis kejang. Jenis kejang pada setiap pasien dapat bervariasi, namun cenderung sama.
  2. Kejang kompleks parsial yang akan terjadi hingga menimbulkan gangguan kesadaran.
  3. Kejang tonik-klonik yang umum mempunyai episode kejang yang terjadi dalam jangka waktu yang lama dan akan terjadi kehilangan kesadaran.
  4. Gejala somatosensori atau motor fokal terjadi pada kejang kompleks parsial.
  5. Kejang absens mempunyai efek yang ringan dengan gangguan kesadaran yang singkat.

Keperawatan Penyakit Ayan

Keperawatan Penyakit Ayan yang mungkin akan anda lakukan dengan menggunakan obat berupa obat anti konvulsan seperti :

  • Okskarbazepin yang merupakan analg keto karbamazepin. Okskarbazepin merupakan produk obat yang di dalam tubuh akan segera di ubah menjadi bentuk yang aktifnya yaitu dieliminasi melalui ekskresi ginjal.
  • Etosuksimid yang termasuk obat yang digunakan untuk keperawatan penyakit ayan yang paling sering digunakan untuk terapi kejang absens. Kanal kalsium merupakan target dari beberapa obat yang ditujukan untuk obat antiepilepsi.
  • Asam valproat yang merupakan salah satu pilihan pertama yang sering digunakan untuk terapi kejang parsial, kejang absens, kejang mioklonik, dan kejang tonik-klonik. Obat asan valproat atau obat epilepsi yang dapat berfungsi untuk meningkatkan GABA dengan menghambat degradasi dari obat asam valproat itu sendiri atau dengan mengaktivasikan sintesis GABA.

Kaperawatan Penyakit ayan dengan menggunakan obat tradisional seperti :

  • Ramuan pertama. Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah1/3 genggam daun kaki kuda, ¼ daun sembung manis, ¼ genggam daun seruni putih, ¼ genggam daun jintan, 1/5 genggam daun poko, dua jari kulit kina, tiga jari gula enau dan 5 gelas air bersih. Cara pengolahan untuk membuat ramuan untuk penyakit epilepsi yaitu semua bahan-bahan kecuali gula enau harus dicuci hingga bersih, lalu dipotong-potong agar sarinya dapat keluar dengan maksimal. Setelah itu, semua bahan termasuk gula enau tersebut direbus dengan 5 gelas air hingga mendidih dan biarkan airnya menjadi setengahnya. Setelah ramuan matang, angkat dari api dan kemudian diamkan sampai dingin. Setelah itu, rebusan tersebut dapat anda saring dan langsung dapat anda konsumsi sehari tiga kali, satu kali minum setengah cangkir saja untuk Keperawatan Penyakit Ayan anda.
  • Ramuan kedua. Bahan-bahan yang perlu disediakan adalah 30 gram daun sambiloto, 30 gram daun meniran, 30 gram daun jinten, 7 lembar daun sambung nyawa, gula merah, dan 600 cc air. Cara pembuatannya adalah dengan mencuci bersih daun sambiloto, daun meniran, daun jinten, daun sambung nyawa. Campurkan semua bahan termasuk gula merah dan rebus dengan 600 cc air hingga mendidih dan airnya surut hingga setengahnya. Setelah matang angkat rebusan dan saring. Konsumsi rebusan 2 kali dalam sehari selagi air ramuan masih dalam keadaan hangat.
  • Ramuan ketiga. Bahan-bahan yang perlu di sediakan adalah 60 gram lidah buaya dan 600 cc air bersih. Cara pembuatan dari ramuan ini adalah kupas semua lidah buaya yang sudah anda sediakan tadi dan cuci hingga bersih. Rebus lidah buaya yang sudah anda bersihkan dengan dalam 600 cc air bersih. Diamkan hingga ramuan mendidih dan airnya surut menjadi setengahnya. Setelah matang angkat ramuan tersebut dan biarkan sebentar hingga ramuan hangat. Anda dapat mengkonsumsi ramuan lidah buaya ini dua kali dalam sehari hingga anda merasakan ada perubahan pada penderita penyakit epilepsi yang anda alami menjadi lebih baik dari selebumnya. Anda juga dapat menggunakan ini sebagai Keperawatan Penyakit Ayan.

Keperawatan Penyakit Ayan


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Epilepsi Untuk Membantu Mengatasi Penyakit Epilepsi / Ayan dan Memperbaiki Sel-Sel Saraf Yang Rusak, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Ayan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>